ALLAH SWT ADALAH SANG KHALIQ
DAN DIRIMU ADALAH MAKHLUQ

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.
(As Shoffat : 96)

Allah, dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, Kemudian dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat
(QS : Ar Rum – 54)

Segala wujud hidupmu dan semua bentuk perbuatanmu adalah makhluq ciptaan Allah SWT. Kenalilah dirimu sebagai Makhluq ciptaan-Nya dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah Sang Khaliq (Dzat yang Maha Menciptakan semua ciptaan). Seluruh perbuatanmu berada dalam kuasa-Nya, hingga dzahir dan bathinmupun ada di dalam gengaman-Nya, dan sesungguhnya kamu dari tidak ada kemudian diadakan, sesungguhnya kamu tidak berwujud lalu di wujudkan, sesungguhnya kamu tidak hidup dan kemudian dihidupkan dimuka bumi atas kehendak Allah SWT, dan sesungguhnya kamu adalah makhluq yang lemah hingga kemudian diberi kekuatan oleh Dzat yang Maha Kuat.
Dan kamu tidak dapat menghendaki (tidak mampu berkehendak) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
(QS : At Takwir – 29)

Sebagai makhluq !, kitapun tidak dapat hidup dan tidak pula dapat bergerak, kita tidak dapat berkata, tidak pula dapat mendengar serta tidak akan dapat melihat, bahkan sedikitpun kita tidak akan dapat berkehendak, terkecuali semua itu terjadi atas kehendak Allah SWT, dan sesungguhnya kita semua tidak dapat lepas dari Kehendak Allah SWT, bahkan dimanapun dan kapanpun kita berada hingga dalam keadaan apapun Sungguh Allah SWT senantiasa bersama kita, karena segala sesuatu yang terjadi pada pada diri kita berada dalam pengawasan-Nya.

dan dia (Allah) bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS : Al Hadid – 4)

Lalu sudahkah ?, semua unsur perbuatanmu yang hakekatnya adalah makhluq ciptaan Allah SWT tersebut, telah engkau manfaatkan secara benar dijalan Allah SWT, atau selama ini dirimu menyalahgunakan kekuatan serta kehendak yang berasal dari Allah SWT tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan nafsumu sendiri, padahal sesungguhnya segala sesuatu yang kalian dapat dari Allah SWT itu nantinya akan ada tanggung jawabnya!, dan sudahkah dirimu siap menghadapi kenyataan yang dahsyat itu!.

dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya.
(QS : Al Baqoroh – 235)

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki (dasar) pengetahuan tentang (Ma’rifat). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya.
(QS : Al Isra – 36)

Maka berfikirlah (Tafakkur) agar dirimu digolongkan menjadi hamba yang berakal. Berserah dirilah kepada Allah SWT (Tawakaltu ‘alaallah) agar dirimu mendapatkan limpahan rahmat beserta hidayah-Nya, dan kenalilah siapa sesungguhnya Allah SWT (Ma’rifatullah) agar dirimu dapat beriman secara khaq (Musyahadah) kepada Allah SWT sebagai Dzat yang Maha Menciptakan lagi Maha Menguasai seluruh alam semesta.

Rasulullah SAW bersabda :
“Orang yang mengingat Allah (Ma’rifatulloh) diantara orang yang lalai (Mahjub)
adalah seperti orang yang hidup diatara orang yang mati”
(Ihya’ Ulumudin / 9 – Al Imam Ghozali, RA)

“Tidaklah akan dapat bergerak walau sebutir debu berpindah dari tempatnya terkecuali semua itu terjadi atas Kehendak Allah SWT,
Bahkan tidaklah dirimu akan mampu bernafas !, karena pada hakekatnya,
keluar masuknya nafas didalam tubuhmu merupakan wujud kehendak
serta takdir Allah SWT yang sangat nyata terhadap dirimu.
Maka takdir manakah yang kalian inginkan pada nafasmu ?,
syukur atau kufur, nikmat atau laknat,
Ma’rifat atau Mahjub, Lillahita’ala atau Linafsi,
khusnul khotimah atau syu’ul khotimah,
dan beruntunglah bagi mereka yang telah merasakan lezatnya Ma’rifat”
(Mutiara Hikmah - Al habib Muhammad Asyhari Al Adzomah Khan)