SESUNGGUNYA HIDUP DAN MATIMU
HANYALAH UNTUK MENGABDI KEPADA ALLAH
HANYALAH UNTUK MENGABDI KEPADA ALLAH
Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
(QS : Adz Dzariyat - 56)
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
(QS : Adz Dzariyat - 56)
Kedudukanmu dimuka bumi adalah makhluq (manusia) yang dciptakan oleh sang Khaliq (Allah SWT), yang sesungguhnya kalian memiliki tugas dan kewajiban menghambakan diri setiap waktu hanya kepada-Nya secara totalitas serta tanpa pamrih (dalam dunia tasawuf disebut sebagai Abidin). Hamba yang Abidin adalah seorang hamba yang memanfaatkan nafasnya, kedipan matanya, pikiran dan hatinya dan seluruh gerak geriknya baik dzahir maupun bathin hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Padahal sesunguhnya mereka tidak disuruh (oleh Allah SWT) terkecuali supaya mereka benar – benar mengabdikan diri kepada Allah dengan ikhlas demi menjalankan perintah agama dengan lurus (sehingga tidak syirik)
(QS : Al Bayinah - 5)
(QS : Al Bayinah - 5)
Pengabdian yang hakiki adalah sebuah pengabdian yang ikhlas (tanpa motif apapun), beribadahlah semata – mata demi mengabdi kepada Allah SWT (Lillahita’ala) dan bukan karena demi menuruti keinginan nafsu belaka (Linafsi), karena sesungguhnya “Sholatmu, ibadahmu, hidupmu dan matimu hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT sabagai Rab penguasa alam semesta” (Doa Iftitah).
Janganlah kalian beribadah demi mengharap sorga, dan jangan pula kalian melaksanakan perintah Allah SWT karena takut neraka, tapi perintahlah dzahir dan batinmu saat melaksanakan seruan-Nya (beribadah) semata – mata hanya untuk menggapai pengabdian yang hakiki kepada-Nya, sehingga dirimu mendapatkan curahan Rahmat serta Ridlo-Nya.“Barang siapa yang beribadah tidak karena Lillahita’ala, maka dapat dipastikan ibadahnya hanya untuk menuruti hawa nafsunya sendiri alias Linafsi, sedangkan perkara ibadah yang diperbuat atas dasar Linafsi akan berindikasi ibadah tersebut tidak Ikhlas, sehingga ibadah tersebut akan tertolak dengan sendirinya dihadapan Allah SWT”.
lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.
(QS Al Furqan – 23)